Thursday, April 6, 2017

PENGANTAR IILMU KEARSIPAN (ASIP4101) RANGKUMAN, RINGKASAN, RESUME, MODUL 9, 10, 11, 12

 Image result for Pengantar ilmu kearsipan ASIP4101

KAMI ADALAH MAHASISWA UPBJJ YOGYAKARTA FISIP ILMU PERPUSTAKAAN S1 TAHUN 2017

 NAMA : CATUR KISWANA PUTRA
NIM : 021812568

Alamat : Jl. Wanagama 1, Banaran 2, Rt: 08 Rw: 02 Banaran, Playen, Gunungkidul, yogyakarta

DI BAWAH INI ADALAH HASIL RESUME, RANGKUMAN, RINGKASAN MODUL 9, 10, 11, 12 PENGANTAR IILMU KEARSIPAN


ADMINISTRASI ARSIP DAN AKUISISISI

KEGIATAN BELAJAR 1
ADMINISTRASI ARSIP
·  Siklus hidup rekod → penerimaan dan/ pembuatan rekod → penyebaran→penggunaan → penyimpanan sampai pemusnahan dan/ penyimpanan permanen
·  Penaksiran rekod yang akan dipilih sebagai arsip ditentukan dipilih sebagai arsip ditentukan pula oleh nilai informasi yang terkandung dalam rekod
·  Nilai rekod ini terbagi 2 yaitu nilai rujukan dan nilai penelitian. Perbedaan kedua nilai terletak pada pemakai dan maksud penyimpanan, buknnya rekod dan isinya
·  Penyimpanan arsip :
1. Prinsip provenans→rekod unit kerja tertentu dalam sebuah instansi/perusahaan dipertahankan sebagai kelompok tersendiri, tidak diberkaskan menjadi satu rekod sejenis dari unit lain. Misal rekod bagian produksi tidak dijadikan satu dengan rekod bagian pemasaran, walupun produknya sama
2. Original order→ mempertahankan rekod dalam sususnan yang sama dengan sususnan waktu rekod  tersebut disususn pada instansi/perusahaan yang membuat atau menerima rekod
·  Tujuan dari kedua prinsip tersebut adalah:
1. Melestarikan nilai pembuktian/informasi rekod
2. Mengupayakan agar rekod dapat diakses
·  Secara historis, terdapat 3 pendekatan pada administrasi arsip, yaitu:
1. Pendekatan intern tidak berstruktur→ memilah rekod inaktif yang bernilai dan harus dilestarikan serta rekod inaktif yang tidak memiliki nilai berkesinambungan
2. Pendekatan intern berstruktur → pemilahan dan pemusnahan rekod inaktif dilakukan sesuai sistem formal yang dikembangkn oleh instansi/perusahaan bersangkutan
3. Pendekatan ekstern→ memisahkan rekod pada 2 tempat, rekod aktif disimpan pada instansi/perusahaan yang memilikinya, sedang rekod inaktif disimpan diluar instansi/perusahaan
- Fungsi Arsip :
1. Sebagai memori perusahaan/perorangan  
2. Untuk pembuktian/ligitasi   
3. Sesuai dengan ketentuan undang2   
4. Sebagai sumber penelitian, khususnya penelitian sejarah  
5. Untuk keselamatan manusia  
6. Untuk kepentingan masarakat→rekam medis, kesehatan, cuaca  
7. Untuk kepentingan pendidikan dan hiburan→inspirator  
8. Memelihara aktifitas hubungan masyarakat 
9. Untuk kepentinagn politik dan keamanan 
10. Untuk menelusur silsilah
11. Mempersiapkan sejarah peringatan lembaga /perorangan
12. Memberikan sumbangan dalam pembinaan kepribadian nasional serta bermanfaat dalam melindungi warga, hak pribadi maupun hak lainnya


KEGIATAN BELAJAR 2
AKUISISI
·  Akuisisi →kata inggris acquisition artinya proses penambahan koleksi arsip dengan cara menerima materi kearsipan sebagai sumbangan,transfer, pembalian dan/ pinjaman
·  Garis haluan akuisisi menjelaskn sifat arsip, arsip yang akan diperoleh, batas akuisisi, dan jenis materi kearsipan yg menjadi perhatian utama
·  Garis haluan akuisisi harus mencegah keputusan yang tidak taat asas/konsisiten, berupaya mengurangi pengambilan keputusan yang bersifat subyektif.
·  Di Indonesia, kegiatan kearsipan dilakukan oleh: Arsip Nasional beserta Arsip Nasional Wilayah, Departemen, lembaga non dep, lembaga tinggi negara dan lembaga tertinggi negara,  perusahaan .swasta maupun BUMN, pemda melalui Kantor Arsip Daerah, lembaga swata, peorangan.
·  Isi/ unsure garis haluan akuisisi :
1. Pernyataan umum tentang tujuan dan aktivitas lembaga
2. Pernyataan tentang kewenangan
3. Definisis istilah
4. Penjelasan bagaimana materi diperoleh
5. Deskripsi fokus akuisisi
6. Pernyataan tentang prioritas akuisisi masa mendatang
7. Deskripsi syarat materi kearsipan
8. Deskripsi tentang tinjauan dan penerimaan atu penolakan
9. Informasi mengenai orang yang perlu dihubungi menyangkut materi

·  Dalam pengambilan keputusan akuisisi ada pertimbangan umum yang mempengaruhinya antara lain:
1. Masalah sumber daya umum,
2. Pertimbangan format fisik 
3. Masalah yang berkaitan dengan penggunaan 
4. Masalah pengawasan.
·  Factor yang dipertimbangkan dalam menyususn garis haluan akuisisi ialah :
1. Ketersediaan sumber daya di lembaga
2. Ketersediaan informasi
3. Ketersediaan materi yang berkaitan
4. Pengetahuan arsiparis tentang akuisisi5. Perlu analisisarsip yang kini dimiliki
5. Perlu analisis arsip yang kini dimiliki

·  Strategi akuisisi adl koordinasi aktivitas berbagai program dg tujuan menghasilkan sejumlah akuisisi
·  Astrays dlm kearsipan artinya arsip yg lenyap dlm sebuah depo, lalu tiba2 muncul di tempat lain→ tersesat


PENERIMAAN, PENATAAN, DAN DESKRIPSI ARSIP
KEGIATAN BELAJAR 1 PRINSIP DASAR KEARSIPAN
·  Dalam pengolahan rekod menjadi arsip, depo arsip mengenal 4 prinsip: prinsip provenans, original order, deskripsi kolektif dan aras kontrol
·  Penataan dalam Bahasa Inggris arrangement, bahasa Belanda ordenen
·  Penataan arsip adalah proses penataan arsip secara fisik berdasar prinsip provenans dan aturan asli (original order).
·  Langkah penataan:
1. Menentukan susunan asli
2. Penataan ulang arsip berdasar sususnan asli sehingga dapat saja arsip baru diterima dipindah ke box lain, di label dan di rak
·  Prinsip provenans pertama kali dikemukakan skitar tahun 1839 dan 1841 oleh arsiparis Perancis
·  Semasa revolusi prancis, arsiparis prancis mengajukan prinsip respect de fonds yang sebenarnya adalah prinsip provenans. Fonds berarti keseluruhan rekod, dengan tidak memandang memandang format maupun medianya, yang secara organis diciptakan dan/ diakumulasikan serta digunakun oleh seseorang/ badan korporsi, dalam menjalankan aktivitas dan fungsinya
·  Pada tahun 1881, arsiparis Prusia( kini Jerman) mengajukan prinsip provinienz prinsip yaitu mempertahankan rekod bedasar lembaga dan menyusun susunan penjajaran berdasarkan eksestensi registrasi control berkas sebelum berkas rekod diserahkan ke depo arsip.
·  Prinsip penataan arsip dikodifikasikan(dibukukan) secara pasti oleh 3 arsiparis Belanda  Samuel Muller, J.A.Feith dan R.Fruin dlmkarya mereka tahun 1898 yg judulnya Arrangement and Description of Archives. Judul tersebut merupakan judul terjemahan kedalam bahasa Inggris tahun 1940 serta merupakan dasar bagi karya arsiparis Inggris Hilary Jenkinson yang berjudul Manual of Archival Administration (1922) serta berdampak pada arsiparis Amerika
·  Provenans merupakan prinsip dasar bagi kearsipan modern yang artinya rekod tetap dipertahankan susunannya tatkala rekod ditransfer ke depo arsip. Susunan itu tidak harus sama dengan susunan kala diciptakan.
·  Provenans berarti “arsip yg berasal dari pencipta rekod tertentu tidak boleh dicampurkan dengan rekod ciptaan orang lain.
·  Pada prinsip provenans, pengelompokan banyak seri terjadi Karena beberapa sebab, seperti adanya reorganisasi, penggabungan, sedangkan pada susunan asli, seri rekod terpisah karena susunanya sama dengan saat digunakan dan pada waktu itu mungkin tidak terjadi reorganisasi ataupun penggabungan.
·  Perbedaan provenans dan susunan asli→ provenans menekankan pada penciptaan rekod dan aktivitas fungsionalnya, sedangkan sususnan asli terutama berhubungan dengan pengaturan rekod dan sistem pemberkasannya
·  Dalam teori, susunan asli/original order tetap dipertahankan bila memenuhi syarat ssebagai berikut:
1.         Bisa mempertahankan hubungan documenter yang inherent/saling berhubungn 
2.         Memberikan informasi tentang penciptaan dan penggunaan atau aktivitas yang terekam dalam rekod 
3.         Memberikan tambahan nilai arsip sebagai bukti aktivitas yang tidak bisa
·  Aras control(level of control) →merup cara mengimplementasikan provenans dan sususnan asli dlm manajemen dan pengolahan rekod.
·  Aras control dimulai di AS, Inti aras control ialah sebagian besar pekerjaan arsip modern mencakup pengelompokan secara progresif( penegelompokan yg smakin lama smakin besar) serta mendeskripsikan himpunan rekod berdasar sebuah continuum (memulai dari yang paling besar ke paling kecil/spesifik) →hierarki
·  Deskripsi atau description (inggris) dan berschrijven (belanda) adalah proses merekam informasi yang dibakukan menyangkut susunan, isi, dan format arsip sehingga pemakai yang membaca deskripsi tersebut dapat menentukan apakh arsip tersebut relevan atau tidak dengan kebutuhannya. →memberlakukan rekod yang diterima oleh depo arsip sebagai sebuah himpunan, bukan sebagai unit tunggal, melainkan diperlukan secara kolektif. Deskripsi mulai dengan rekod satuan unit terbesar menuju sub divisi lebih kecil.

KEGIATAN BELAJAR 2
PENERIMAAN
·  Kegiatan penerimaan meliputi langkah2 yang diambil oleh depo arsip untuk memperoleh control fisik, administrative, legal dan intelektual atas materi arsip yang baru diperoleh. Kegiatan yang mendasar ialah transfer pengawasan dari badan korporasi atau perorangan kepada depo arsip.
·  Dalam penerimaan, pengamanan transfer rekod merupakan syarat pertama, sedangkan informasi tambahan tentang rekod merup syarat sekunder
·  Penerimaan pada semua depo arsip meliputi 5 aktivitas yg slg berkaitan, antara lain:
1.      Persiapan kerja di tempat
2.      Transfer fisik, legal, dan administrative
3.      Analisis rekod secara fisik
4.      Analisis isi
  1. Pembuatan daftar awal

·  Penaksiran→ akuisisi→ perimaan


KEGIATAN BELAJAR 3

PENATAAN

·  Ada 2 prinsip penataan yang berlaku yaitu provenans dan tata susunan asli (original order)

·  Penggunaan bagan klasifikasi (spt DDC, UDC) atas arsip akan menimbulkan kesulitan sebagai berikut:

1.     Menyebabkan konteks arsip dlm kaitannya dengan arsip lain akan hilang karena sehelai arsip kertas pun memiliki hubungan dengan arsip lain

2.     Sulit menetukan subyek arsip Karena arsip jarang yang hanya memuat satu subyek saja

3.     Arsiparis sulit meramalkan penggunaan arsip pada masa mendatang karena tidak mengetahui subyek apa yang diperlukan oleh pemakai

·  Akuisisi → penerimaan → penataan→ deskripsi



KEGIATAN BELAJAR 4

DESKRIPSI ARSIP

·  Deskripsi adalah representasi yang tepat dari sebuah unit yang dideskripsikan beserta bagian komponennya, bilamana ada, dengan proses berupa penerimaan, penyatuan, analisis, dan penataan setiap informasi untuk membantu mengenali materi kearsipan dan menjelaskan konteks serta system rekod yang menghasilkan materi kearsipan tersebut.→definisi diambil dari General International Standard Archival Description/ ISAD(G) dikeluarkan ol International Council on Archives (ICA) paris

·  Alasan perlunya standar deskripsi : alasan intern karena standardisasi memungkinkan informasi kearsipan dimasukkan sebagai bagian system terpadu yg mnggambarkn semua koleksi depo arsip. Untuk alasan ekstern, karena memungkinkan deskripsi yang dilakukan oleh sebuah depo arsip dimasukkan ke jaringan informasi.

·  MARC (perpust) untuk bidang kearsipan, AS berupaya membentuk USMARC AMC, AMC→Archives, Personal Papers and Manuscript, diterbitkan SAA

·  AACR 2→maka arsiparis mengembangkannya menjadi Archives, Personal Papers and Manuscript(APPM) terbit pertama tahun 1983, edisi keduanya tahun 1989, dg tujuan APPM →memenafsirkan dan menyesuaikan peraturan AACR 2 sehingga arsiparis dapat mendeskripsikan materi arsip, seperti aspek yg ada

·  Organisasi kearsipan international: International Council on Archives (ICA) yang berpusat di paris memutuskan menyususn pedoman deskripsi yang dapat digunakan di semua Negara, yaitu ISAD(G): general international standard archival description, terbit pertama tahun 1994, direvisi tahun 2000

·  Bundel→ unit penyimpanan yg terdiri dari sejumlah dokumen terpisah atau dokumen individu, dapat berkaitan dapat pula tidak berkaitan dengan funsi maupun isi dokumen, biasanya diikat dengan tali

·  Stuk atau stuken memiliki bbrp makna dalam bahasa Belanda, ada 2: afgewaald stuk (dokumen yang tidak berada di tangan pemilik sah) dan uitgaand stuk (korespondensi yang dikirim oleh sebuah instansi, lembaga atau organisasi), stuk sama artinya dg dokumen

·  Dossier=files adalah unit dokumen yg tertata dalam satu kelompok dengan maksud akan digunakan atau akan disimpan

·  Unit cantuman dibagi lagi menjadi:

a. Kelompok cantuman kearsipan dan sub kelompok cantuman→ disusun menurut organisasi bahan, bukan berdasar fungsi maupun asal usulnya

b. Koleksi ialah unit fisik yang besar yang disusun dalam sebuah depo manuscript

c. Seri dan subseri, yaitu unit fisik dalam grup kearsipan atau koleksi manuscript, yang disusun menurut fungsinya, bukan menurut organisasi atau asalnya

d. Item adalah unit fisik terkecil yang terdapat pada sebuah seri, bisa berupa dokumen tunggal atau dokumen jamak yang dijadikan satu

e. Piece atau lembar, yaitu selembar kertas

f.  File (s) → 1. Unit yg teratur dari dokumen, dikelompokkan bersama-sama. 2. Dua rekaman/records atau lebih yang punya karakter sama yang diberlakukan sebagai satu unit

g. Record (s)

h. Document →1. Kombinasi sebuah medium dan informasi yg terekam di dalamnya 2. Sebuah item (maujud) manu script, rekaman, single archives (arsip tunggal)

·  Komponen ISAD (G) terbagi atas 7 daerah utama: 1. Pernyataan identitas 2. Konteks tempat/asal usul  3. Struktur dan isi  4. Syarat akses dan penggunaan tempat  5. Material berkaitan dengan tempat  6.catatan  7. Control deskripsi

·  ISAD (G) menggunakan pendekatan hierarkis yang dimulai dari fonds dan berakhir den nga item

·  Fond adl keseluruhan rekod, dg tdk memandang bentuk maupun medianya

·  Sub fond adl sebuah sub divisi fond berisi batang tubuh rekod yg saling berkaitan yg berhubungan dg subdivisi administrative

·  Seri adalah dokumen yang disusun menurut system pemberkasan tertentu atau diperlakukan sebagai sebuah unit

·  File adalah sebuah unit dokumen yang tertata dikelompokkan bersama-sama oleh pemakainya dalam prosoes penataan kearsipan

·  Item adalah unit kearsipan terkecil, scara intelektual tak terbagikan. Missal sepucuk surat, memo, laporan, foto, rekaman suara



JASA RUJUKAN, AKSES, DAN FINDING AIDS

KEGIATAN BELAJAR 1

JASA RUJUKAN

·  Akses artinya ketentuan dan syaratketersediaan arsip atau informasi yang terdapat di sebuah depo arsip bagi pemakai

·  Jasa rujukan adalah sebutan umum bagi fasilitas dan jasa yang memungkinkan pemakai menggunakan arsip apabila akses terhad materi tersebut telah disetujui

·  Untuk melayani keperluan tersebut, arsipars bertugas mengidentifikasi, memilih, dan membaca arsip, mengusahakan suasana agar lingkungan tempat arsiparis bekerja sesuai dengan kepentingan pemakai, menyediakan jasa reprografi guna memperoleh kopi arsip

·  Dalam pengumpulan arsip, garis haluan mengenai akses ke materi kearsipan biasanya menggunakan basis koleksi demi koleksi artinya ketersediaan dan keterbukaan koleksi kearsipan tergantung pada kesepakatan antara donor atau depositor dan arsip pada waktu terjadi penyerahan arsip

·  Garis haluan akses, factor yang dipertimbangkan:

1.      Perundang-undangan yang relevan

2.      Kepekaan atau kerahasiaan arsip

3.      Perlindungan hak pribadi/privacy

4.      Pembatasan yang diberikan oleh depositor arsip

5.      Pemakai

6.      Prinsip persamaan akses

7.      Tingkat akses

8.      Tingkat control koleksi arsip

9.      Control fisik atas arsip

10.  Pengamanan arsip

·  Administrasi akses ke arsip perlu disusun formulir akses. Perlu disusun rancang bangu formulir permohonan arsip, penting karena dokumen ini merupakan dokumen tersendiri yang bermaknawi, ditandatangani oleh pemakai dan arsiparis untuk menunjukkan bahwa kedua belah pihak sadar akan tanggung jawab terhadap arsip yang tersedia

·  Hak cipta adalah hak yang diberikan kepada pencipta karya sastra, music, drama, atau artistic untuk membuat dan menggandakannya→berkaitan dengan UU hak cipta tahun 1992

·  Rujukan artinya sujumlah aktivitas yang mencakup penyediaan informasi dari atau tentang arsip, missal menyediakan arsip yang tersedia untuk akses dan fotokopi/reprod

·  Akses terhadap materi arsip yang berada di sebuah depo dapat dilayani dlm bentuk jasa public. Adapun jasa arsip bagi public terbagi atas 5 cara:

1.     Jasa informasi →jasa memberikan informasi koleksi arsip bagi pemakai

2.     Jasa fisik → bisa dengan finding aids

3.     Jasa dokumen→ jasa peminjaman arsip kpd depo alin, bkn kpd perorangan

4.     Jasa pameran

5.     Publikasi

KEGIATAN BELAJAR 2

FINDING AIDS (ALAT BANTU TEMU)

·  Finding aids, artinya media deskriptif (seperti register, panduan, inventaris, indeks) yang mengarahkan pemakai seacra fisik dan intelektual terhadap arsip serta memungkinkan untuk menemu balik rekod atau informasi dari arsip tersebut dapat berupa katalog, panduan, inventaris, kalender, daftar, indeks/dokumen sejenis, dalam berbagai bentuk

·  Finding aids membantu menyajikan informasi deskripsi, susunan, pandangan structural dalam berbagai cara, menambahnya dengan informasi tambahan dan indeks guna menolong pemakai menemukan rekod

·  Scra fisik finding aids terdiri berbagi format, seperti pamplet,buku,folder lepas, sedang dari segi materi berupa cakram optic, microfilm, indeks kartu dan pankalan data

·  Informasi ttg rekod serta pencipta yg menghasilkan rekod yg dibuat dlm proses dokumentasi merupakan inti sisten finding aids

·  Tujuan finding aids :

1. Memberikan informasi mengenai seluruh arsip yg ada di depo arsip. 

2. Menyediakan informasi yg mungkin diperlukan bagi arsip 

3.menyajikan informasi khusus ttg koleksi yg khas 

4.Memudahkan penggunaan arsip& mengungkapkan kemaknawian serta isinya 

5. Mengupayakan siap akses

·  Jenis2 finding aids →menjadi 7 kategori sebagai berikut:

1. Panduan umum 

2. Panduan ke finding aids 

3. Panduan ringkasan (summary guides) 

4. Inventaris instansi, seri atau butir (item) 

5. Rekod kendali yang diciptakan oleh pencipta rekod 

6. Indeks dan senarai khusus (finding aids subyek) 

7. Finding aids suplemen

·  Panduan umum bertujuan membrikan informasi ringkas mengenai berbagai depo beserta koleksinya, dibuat pada tingkat local, regional, nasional maupun internasional

·  Panduan ke finding aids →memperkenalkan pemakai pada lembaga atau depo khusus beserta finding aidsnya. Tujuan : sebagai orientasi langsung di tempat mengenai arsip

·  Panduan ringkasan dibuat apabila koleksi bertambah besar dan semakin bervariasi., memperkenalkan kepada pembaca koleksi tentang haluan akuisisi, ruang lingkup kol

·  Inventaris arsip adalah finding aids arsip yang mendaftar dan mendeskripsikan isi grup, fonds, klas, atau seri arsip, biasanya meliputi sejarah ringkas, fungsi, kdg ad indeks

·  Inventaris arsip terbagi atas 2 kelompok: inventaris deskriptif (berisi halaman judul, daftar isi, catatan penyusun, penjelasan tentang rekod, sejarah administrasi, dan deskripsi seri)  dan inventaris terkait

·  Indeks dan senarai (daftar) khusus merpakan unsure system temu balik yang membantu pemakai mencari padanan antara pertanyaan mengenai subyek tertentu dengan inventaris berbasis struktur yang dibuat arsiparis. Mencakup:

1. indeks subyek dan judul 

2. Indeks fungsional 

3. Senarai kronologis 

4. Panduan media

·  Indeks sungsang (inverted file) yaitu indeks yang dibuat dengan cara memilih istilah dari entri yang ada pada computer

·  Untuk mengatasi masalah sinonim maka system komputr menggunakn Thesaurus adalah daftar istilah yang menunjukkan hubungan hierarkis antara masing-masing istilah

·  Computer tidak selalu menghasilkan pengindeksan yang baik karena pada komptr berlaku garbage in garbage out = bila data yang dimasukkan buruk maka data yang kluar juga buruk



ARSIPARIS SEBAGAI TENAGA PROFESIONAL DAN KODE ETIK PROFESI
KEGIATAN BELAJAR 1
PROFESI ARSIPARIS
Profesi merupakan pekerjaan yang memenuhi syarat tertentu serta memiliki pengertian khusus. Frofess artinya adalah mengakui atau pengakuan.
·  Flexnerr mengemukakan 6 syarat untuk dapat disebut profesi : 
1.      Merupakan pekerjaan intelektual 
2.      Merupakan pekerjaan yang berilmu pengetahuan dalam arti luas 
3.      Merupakan pekerjaan praktis 
4.      Memiliki standar pelaksanaan serta tolok ukur keberhasilan 
5.      Berorientasi kepada jasa 
6.      Memiliki kode etik yang berlaku utk kalangan sndiri
·  Ciri profesi → Rubin (1999) :
1.      Memiliki batang tubuh pengetahuan teoritis yang cukup sebagai pembentuk fondasi intelektual  
2.      Memberikan otonomi kepada anggotanya 
3.      Adanya control terhadap anggotanya→pemberian ijin dan kode etik 
4.      Memiliki tujuan
5.      Memiliki monopoli atas praktik profesi
6.      Punya asosiasi profesi

KEGIATAN BELAJAR 2
KODE ETIK PROFESI ARSIPARIS

A.    ETIKA SOSIAL
Etika social merupakan filsafat atau pemikiran kritis rasional tentang kewajiban dan tanggung jawab manusian sebagai anggota umat manusia.

B.     ETIKA DAN ETIKET
Atika berarti moral sedangkan etikat adalah merupakan sopan santun.
Persamaan antara Etika dan Etiket antara lain:
1.      Etika dan etiket menyangkut perilaku manusia
2.      Etika dan etiket mengatur perilaku manusia secara normative.

perbedaan antara Etika dan Etiket antara lain:
1.      Etiket menyangkut cara manusia melakukan perbuatan, sedangkan etika memberi norma tentang perbuatanitu sendiri, apakah boleh dilakukan atau tidak.
2.      Etiket hanya berlaku untuk pergaulan selama ada manusia lain.
3.      Etiket bersifat relative artinya hanya berlaku dalam suatu lingkungan atau kebudayaan tertentu.
4.      Etiket memandang dari segi lahirnya saja, sedangkan etika memandang manusia dari segi dalam atau batiniah.

C.     ETIKA PROFESI
Etika profesi merupakan sebuah suatu norma yang memiliki beberapa makna.
Tiga masalah yang berkaitan dengan norma Etika Profesional diantaranya adalah :
1.      Bagaimana pembenaran norma itu
2.      Bagaimana kaitan norma profesi dengan norma professional
3.      Norma jenis apa yang ada.

D.    RELATIVISME ETIK
Relativisme etik merupakan suatu pandangan bahwa norma atau nilai yang sama-sama membenarkan.

E.     NORMA
Norma professional terdiri atas berbagai jenis antara lain:
1.      Kewajiban
2.      Standar kebijakan dan kejahatan
3.      Prinsip tanggung jawab
4.      Sebuah profesi sebagai keseluruhan
5.      Professional individual
6.      Ketentuan tugas
7.      Hal yang diperbolehkan.

F.      KODE ETIK
Dua syarat kode etik agar berfungsi sebagaimana mestinya antara lain adalah:
1.      Kode etik itu di buat sendiri oleh profesi yang bersangkutan
2.      Kode etik itu di buat sendiri oleh bukan profesi yang bersangkutan tidak akan efektif Karena tidak di jiwai oleh cita-cita dan nilai yang hidup di kalangan profesi itu.

G.    KODE ETIK ARSIPARIS
Kode etik merupakan salah satu persyaratan keberadaan sebuah profesi. Sedangkan Arsiparis merupakan sebuah profesi.



     Demikian sedikit ringkasan dari kami Semoga bermanfaat dan terima kasih atas kunjungannya.




0 komentar:

Post a Comment