Wednesday, September 7, 2016

keberadaan civil society di Indonesia membawa manfaat bagi perkembangan demokrasi? Apakah kekerasan yang dilakukan oleh suatu terhadap kelompok2 minoritas mencerminkan penguatan civil society? Bagaimana negara harus bertindak?

 Image result for pengantar ilmu politik

keberadaan civil society di Indonesia membawa manfaat bagi perkembangan demokrasi? Apakah kekerasan yang dilakukan oleh suatu terhadap kelompok2 minoritas mencerminkan penguatan civil society? Bagaimana negara harus bertindak?

DISKUSI 1
Menurut pendapat Anda apakah keberadaan civil society di Indonesia membawa manfaat bagi perkembangan demokrasi? Apakah kekerasan yang dilakukan oleh suatu terhadap kelompok2 minoritas mencerminkan penguatan civil society? Bagaimana negara harus bertindak? Diskusikan.
Salam, Tutor
Gambar dari JASKAR 020119427
Re: Diskusi 1
by JASKAR
 
 1. civil society dan partaipolitik di Indonesia mulai terbangun hubungan yang saling menghargai, menghormatidan memahami keberadaan akan perannya dalam kehidupan politik. Meski awalnyakalangan civil society menganggap bahwa para politisi di lembaga legislatif tidakmampu menghasilkan produk perundangan yang substansial, namun belakangankalangan civil society menyadari bahwa keterbatasan peran dan aktivitasnya dalammempengaruhi proses pembuatan kebijakan tidak akan berarti tanpa kehadiran partaipolitik yang mengisi lembaga legislatif. Sebaliknya, partai politik juga memahamibahwa salah satu tugas civil society adalah memberi masukan yang konstruktif dalam proses tersebut. Namun demikian, hubungan ini tidaklah mudah dicapai karena prosespolitik yang penuh negosiasi adalah penghalang utama bagi terciptanya hubunganyang kondusif. (Sumber http://abubakarmangun.blogspot.co.id/2013/04/civil-society-dan-partai-politik-dalam.html diakses tanggal 01 Septmber 2016)
2. Menurut saya tidak karena prinsip civil society menciptakan masyarakat yang madani bukan kekerasan atau perpecahan.
3.Negara harus netral dan melindungi kaum minoritas sesuai dengan peraturan yang berlaku

 
Gambar dari KAROLINA EKA YULIANTI 022344197
Re: Diskusi 1
by KAROLINA EKA YULIANTI
 
Menurut saya civil society sangat berpengaruh dengan perkembangan demokrasi dikarenakan masyarakat lebih memiliki sifat terbuka atau toleran dan leluasa akan aktif secara politis tanpa harus digandrungi oleh kelompok mayoritas politisi yang sangat menguatkan adanya kaum minoritas dalam demokrasi yang seharusnya itu berdasarkan opini rakyat.
penguatan civil society sendiri tidaklah terpacu pada kebebasan masyarakat atau kelompok yang melakukan kekerasan pada kelompok minoritas, penguatan civil society terlihat dengan  adanya masyarakat yang lebih terbuka atau toleran yang dalam arti mereka masyarakat yang mandiri dalam politik, tentunya kekerasan - kekerasan yang ada hanya sebagai belenggu yang kebanyakan jika di Indonesia menjadi kambing hitam dalam suatu persoalan politik yang melibatkan forum masyarakat dengan aparat tertentu, bisa juga karena tidak adanya kesepahaman dan toleransi namun saya rasa hal demikian bukannlah dampak dari penguatan civil society .
Negara harusnya lebih berperan pada keseimbangan dimana tetap menjaga kredibilitas dan usaha mereka mempertahankan keharmonisan antara myarakat dan dan minoritas politik, tentunya negara membuka jalan aspirasi buat masyarakat untuk menyampaikan pendapat mereka yang kurang berkenan dengan keinginan mereka tentunya, dengan begitu masyarakat tetap mempercayakan dan juga berkontribusi terhadap  politik dan  akan menumbuhkan kesadaran politik masyarakat yang secara imbang dan amanah.

 
Gambar dari YUNIKHO CATUR RAHMADHI 022432815
Re: Diskusi 1
by YUNIKHO CATUR RAHMADHI
 
manfaat civil society bagi saya adalah yang pertama kita hidup di negera demokrasi yang pada dasarnya kita teguh pada peraturan.Didalam wilayah kehidupan sosial yang terorganisasidan bercirikan antara lain ; kesukarelaan , keswasembadaan ,dan keswadayaan , dan nilai nilai hukum yang diikuti oleh warganya. pengalaman Indonesia, Filipina dan Korea Selatan menunjukan bahwa perubahan perubahan sosial politik demokratis,memang ditentukan oleh peran civil society. namun hasil penelitian menunjukan bahwa menjamurnya civil society di negara tersebut telah memunculkan pertentangan di kalangan elemen civil society yang muaranya berdampak negatif bagi demokratisasi. Dengan demikian, civil society pun bisa menjadi trouble maker bagi proses proses demokrasi dengan demikian suatu negara harus dengan tegas bersikap adil / netral 
 
Gambar dari RIKA MAULIDA 022229934
Re: Diskusi 1
by RIKA MAULIDA
 
Sangat Bermanfaat karena dengan adanya Civil Society membuat masyarakat yang beradab dalam membangun, menjalani, dan mamaknai kehidupannya.
Kekerasan yang dilakukan sangat tidak mencerminkan sifat Civil Society.
Negara Harus Mendukung tentang adanya Civil Society sehingga Negara Kita Memiliki Masyarakat Yang Baik

 
Gambar dari MARADONNY PINTOR POLTAK SINAGA 017739835
Re: Diskusi 1
by MARADONNY PINTOR POLTAK SINAGA
 
Dalam alam demokrasi, keberadaan Civil Society dianggap sebagai syarat pembangunan demokrasi. Menurut Franz Magnis Suseno, Civil Society bila didefinisikan secara luas, ia disamakan dengan masyarakat yang mandiri yang identik dengan demokrasi.
Sebagai sebuah ruang politik, Civil Society adalah suatu wilayah yang menjamin berlangsungnya perilaku, tindakan dan refleksi mandiri, tidak terserap di dalam jaring-jaring kelembagaan politik resmi. Tersirat pentingnya suatu ruang publik yang bebas, tempat di mana transaksi komunikasi yang bisa dilakukan oleh warga nega

 
Gambar dari PRISCILLA CAHYANI 021179299
Re: Diskusi 1
by PRISCILLA CAHYANI
 
Menurut pendapat saya, dengan adanya civil society di Indonesia sangat bermanfaat karena dengan adanya CS tersebut membuat masyarakat Indonesia lebih bisa memaknai dan membuat masyarakat itu mandiri di dalam demokrasi.
Kekerasan yang di lakukan oleh kelompok-kelompok minoritas tersebut tidak mencerminkan adanya sifat civil society itu sendiri.
Negara tersebut harus bertindak tegas agar membuat masyarakatnya menjadi pribadi yang lebih baik lagi dan mandiri kedepannya.

 
Gambar dari IIS KURNIASIH 020329593
Re: Diskusi 1
by IIS KURNIASIH
 
Demokratisasi tidak dapat dipisahkan dari pembentukan civil society, karena demokrasi adalah mekanisme dari civil society. Eksistensi civil society  dalam wacana demokrasi di  Indonesia ketika rezim Orde Baru berkuasa  dapat dikatakan sangat terbelenggu. Setelah rezim Orde Baru runtuh otomatis telah memutuskan belenggu yang selama ini mengungkungi demokrasai serta menghalangi aspirasi dan partisipasi politik masyarakat selama lebih dari tiga dekade.
Pembentukan civil society dimanifestasikan dalam sebuah aktivitas dan partisipasi masyarakat yang bebas dan bertanggung jawab. Disini masyarakat dapat dikatakan beradab. Namun terkadang keadaan ini malah menghancurkan masyarakat itu sendiri. Generalisasi ini bukannya tanpa fakta. Sterotype dan prasangka masing-masing etnik atau suku atau ras bisa menciptakan chaos.
            Kenyataan yang dipaparkan di atas memang bukanlah sesuatu yang baru. Tetapi bagi penulis ini adalah sebuah permasalahan yang faktual sepanjang masa sebelum bangsa ini merasa, berpikir, dan berperilaku sebagai satu bangsa. Memang ini sangat sulit ketika pemberdayaan civil society dibentengi oleh sebuah tradisi kesukuan antar satu dengan yang lainnya. Akan tetapi itu semua bukanlah sebuah ‘sad ending’. Pergerakan demokrasi yang dilabeli oleh pemberdayaan civil society masih berada dalam sebuah usaha ke arah pemberdayaan dan pertumbuhan. Dengan dilatarbelakangi oleh permasalahan diatas, maka penulis mencoba membuat makalah dengan tema “Civil Society, Etnisitas dan Negara”, yakni mengenai pemberdayaan civil society yang dipertemukan oleh kesatuan bangsa/negara dalam kerangka kebudayaan yang beragam ini. Etnosentrisme dan rasisme yang menjadi tantangan dalam sebuah pemberdayaan civil society bisa dihindari. Konsep etnosentrisme dan rasisme bukanlah sesuatu yang negatif, mengandaikan bangsa/negara ini memahami benar apa itu sebuah kesatuan bangsa/negara. Dalam hal ini kesatuan pandangan budaya sebagai satu bangsa/negara, satu tanah air, satu bahasa, dalam wacana etnisitas nasional.
Negara harusnya lebih aktif dalam mendialogkan setiap permasalahan yang ada. Adanya ketegangan di antara masyarakat itu suatu hal yang niscaya. Tidak ada yang bisa menghindar. Namun, ketegangan itu harus dicairkan oleh Pemerintah melalui forum dialog di antara para pihak.
Pending
 
Gambar dari RAHMAWATI NUR APRILIYANI 021521553
Re: Diskusi 1
by RAHMAWATI NUR APRILIYANI
 
Menurut saya Civil society sangat penting dalam negara demokrasi, karena ia bermuara pada perlunya penguatan masyarakat (warga) dalam sebuah komunitas negara untuk mengimbangi dan mampu mengontrol kebijakan negara (policy of state) yang cenderung memposisikan warga negara sebagai subyek lemah.
Pending
 
Gambar dari NOVIYANTI MATIRO 023313812
Re: Diskusi 1
by NOVIYANTI MATIRO
 
  • civil society dan partai politik di Indonesia mulai terbangun hubungan yang saling menghargai, menghormati dan memahami keberadaan akan perannya dalam kehidupan politik. Meski awalnya kalangan civil society menganggap bahwa para politisi di lembaga legislatif tidak mampu menghasilkan produk perundangan yang substansial, namun belakangankalangan civil society menyadari bahwa keterbatasan peran dan aktivitasnya dalam mempengaruhi proses pembuatan kebijakan tidak akan berarti tanpa kehadiran partai politik yang mengisi lembaga legislatif. Sebaliknya, partai politik juga memahami bahwa salah satu tugas civil society adalah memberi masukan yang konstruktif dalam proses tersebut. civil society juga sangat berpengaruh dengan perkembangan demokrasi dikarenakan masyarakat lebih memiliki sifat terbuka atau toleran dan leluasa akan aktif secara politis tanpa harus digandrungi oleh kelompok mayoritas politisi yang sangat menguatkan adanya kaum minoritas
  • penguatan civil society sendiri tidaklah terpacu pada kebebasan masyarakat atau kelompok yang melakukan kekerasan pada kelompok minoritas, penguatan civil society terlihat dengan  adanya masyarakat yang lebih terbuka atau toleran yang dalam arti mereka masyarakat yang mandiri dalam politik, tentunya kekerasan - kekerasan yang ada hanya sebagai belenggu yang kebanyakan jika di Indonesia menjadi kambing hitam dalam suatu persoalan politik yang melibatkan forum masyarakat dengan aparat tertentu, bisa juga karena tidak adanya kesepahaman dan toleransi namun saya rasa hal demikian bukannlah dampak dari penguatan dan rasisme yang menjadi tantangan dalam sebuah pemberdayaan civil society bisa dihindari. Konsep etnosentrisme dan rasisme bukanlah sesuatu yang negatif, mengandaikan bangsa/negara ini memahami benar apa itu sebuah kesatuan bangsa/negara. Dalam hal ini kesatuan pandangan budaya sebagai satu bangsa/negara, satu tanah air, satu bahasa, dalam wacana etnisitas nasional
  • Negara harusnya lebih berperan pada keseimbangan dimana tetap menjaga kredibilitas dan usaha mereka mempertahankan keharmonisan antara myarakat dan dan minoritas politik, Negara harusnya lebih aktif dalam mendialogkan setiap permasalahan yang ada. Adanya ketegangan di antara masyarakat itu suatu hal yang niscaya. Tidak ada yang bisa menghindar. Namun, ketegangan itu harus dicairkan oleh Pemerintah melalui forum dialog di antara para pihak.
Gambar dari AYU SUSILAWATI 021320464
Re: Diskusi 1
by AYU SUSILAWATI
 
  • Keberadaan Civil Society di Indonesia sangat membantu untuk mempelajari aktivitas dan keterlibatan politik masyarakat diluar lembaga-lembaga politik formal yang ada pada masa Orde Baru dan untuk memahami gerakan-gerakan yang ada dalam masyarakat pada masa reformasi. Konsep civil society maka sesungguhnya fokus aktivitas partisipasi politik yang kajian-kajian sebelumnya berpusat di lembaga-lembaga negara, kini bergeser ke masyarakat. Dengan demikian civil society dapat dipakai sebagai alat analisis untuk memahami kegiatan-kegiatan di lembaga-lembaga negara baik di dalam sistem yang otoritarian maupun sistem pilitik yang demokratis.
  • Kekerasan yang dilakukan oleh suatu terhadap kelompok2 minoritas sama sekali tidak mencerminkan penguatan civil society, karena civil society menjadi alternatif partisipasi bagi rakyat ketika partai politik yang ada tidak lagi dipercaya dapat mewakili kepentingan ataupun aspirasi mereka.
  • segala sesuatu yang berhubungan dengan rakyat haruslah meminta persetujuan dari rakyat terlebih dahulu agar tidak terjadi protes maupun pertentangan antara rakyat dan pemerintah.
Gambar dari MUHAMMAD DERI KUSDINAR 021164955
Re: Diskusi 1
by MUHAMMAD DERI KUSDINAR
 
Sangat bermanfaat, Demokratisasi tidak dapat dipisahkan dari pembentukan civil society, karena demokrasi adalah mekanisme dari civil society. Eksistensi civil society  dalam wacana demokrasi di  Indonesia ketika rezim Orde Baru berkuasa  dapat dikatakan sangat terbelenggu. Setelah rezim Orde Baru runtuh otomatis telah memutuskan belenggu yang selama ini mengungkungi demokrasai serta menghalangi aspirasi dan partisipasi politik masyarakat selama lebih dari tiga dekade.

Civil Society dalam posisinya pada negara merupakan dua sisi yang berbeda peranan maupun dalam tugasnya, peranan negara sebagai penyelenggara pemerintahan yang bertugas untuk melindungi dan mensejahterahkan rakyatnya. Sementara civil society berperan sebagai pengontrol dari kinerja negara yang bertugas memberikan in-put kepada negara terhadap problematika yang dihadapi oleh rakyatnya. Dalam meraih sebuah perubahan menuju arah perbaikan, diminta ataupun tidak oleh pemerintahan, maka suda menjadi keharusan bagi civil society untuk bergerak menuju perubahan yang berarti bagi kepentingan publik, pemerintah, dan negara.


Gambar dari DYAH PRILITA RIZKY PRADAWATI 021719612
Re: Diskusi 1
by DYAH PRILITA RIZKY PRADAWATI 021719612 - Jumat, 2 September 2016, 15:07
 
cukup bermanfaat, karena menjadikan masyarakat indonesia lebih berani mengemukakan pendapat/aspirasinya. dalam hal ini negara memang harus bersikap netral dan dapat mengayomi kelompok-kelompok minoritas.

 
Gambar dari RIFA NURMAHMUDAH 021413869
Re: Diskusi 1
by RIFA NURMAHMUDAH
 
Kajian mengenai civil society menjadi relevan ketika kita berbicara temtang partisipasi masyarakat dalam pengambilan keputusan yang berkaitan dengan persoalan dan aktiviTas kehidupan sehari-hari di dalam masyarakat. Ketika demokrasi diartikan dalam konsepsi partisipatoris, tidak lagi menjadi sebuah konsep terbatas yang semata-mata berarti pemilihan wakil-wakil rakyat dalam lembaga pengambilan keputusan atau posisi publik, maka civil society menjadi penting untuk dipelajari. Selain itu civil society menjadi penting dikaki ketika mempelajari proses demokratisasi yang terjadi di negara-negara Eropa Timur, Amerika Selatan, Asia dan Afrika. Dalam memahami praktik demokrasi yang partisipatoris dan proses demokratisasi, maka peran civil society sangat relevan dan tidak lagi bisa ditinggalkan dalam kajian ilmu pokotik.

 

Gambar dari M. IQBAL 020725409
Re: Diskusi 1
by M. IQBAL
 
semangat pagi, menurut saya ,keberadaan  civil society diindonesia sangat bermanfaat karena membangun kepribadian masyarakat yang mandiri dan baik.
kekerasan yang dilakukakan oleh suatu terhadap kelompok2 minoritas sangat tidak mencermikan civil society, dan yang harus dilakukan negara adalah meningkatkan keamanan sosial dan meningkatkan pendidikan moral yang kuat agar bangsa lebih berkualitas dan damai.

 
Gambar dari NURNI SINA 020322282
Re diskusi
by NURNI SINA
 
1  .  Menurut  pendapat  saya  
          ya  ,  karena  sivil  society  membuka  peluang  bagi  warga  negara   untuk  aktif                    secara  politis .k emapana  politik  masyarakat  adalah  kunci  sukses  demokrasi .               selain  konsep-konsep  kewarganegaraan  seperti  :  hak  ,  kewajiban  ,  tanggung                jawab  yang  di  rangkum   dalam  ide  sivil  society  menjadi  acuan  keberhasilan                  demokrasi  .

2  . Ya
3  .  Tindakan  yang  harus  di  lakukan  oleh  negara  yaitu  mengikat  kehendak  dan                menentukan   cara  mengatasi  selisi  paham  ,  pendapat  dan  kepentingan  ,                       membatasi  tindak  kekerasan  terhadap  kaum  minoritas .

 
Gambar dari SANDRA AYU NITA SEMBIRING 023774012
Re: Diskusi 1
by SANDRA AYU NITA SEMBIRING
 
Perkenalkan nama saya Sandra Ayu Nita Sembiring. Saya akan mencoba menjawab diskusi 1 ini. menurut saya, Civil Society atau masyarakat madani memiliki manfaat bagi perkembangan demokrasi, dengan adanya masyarakat madani maka sistem demokrasiyang diterapkan di Indonesia akan bergerak kearah yang positif, ini dikarenakan dari pengertian dari masyarakat madani itu sendiri, yaitu masyarakat yang beradab dalam membangun, menjalani, dan memaknai kehidupannya. Dari hal ini kita dapat melihat bahwa masyarakat ikut membangun negara, menjalani kehidupan sesuai dengan norma dan nilai yang berlaku serta mereka dapat memaknai kehidupan dengan berkembang secara mandiri. Hal ini tentunya akan berkesinabungan dengan pengertian sistem demokrasi itu sendiri yaitu suatu tatanan sosial politik yang bersumber dan dilalukan oleh, dari, dan untuk warga negara. Oleh sebab itu, dengan adanya masyarakat madani maka akan memberi dampak positif bagi demokrasi.
Sesungguhnya salah satu unsur  yang dimiliki masyarakat madani adalah rasa toleransi antar masyarakat, menanggapi aksi kekerasan dari masyarakat minoritas, sesungguhnya bukanlah penguatan masyarakat madani namun sebaliknya, masyarakat madani akan melemah , karena masyarakat madani sangat mengenal norma dan nilai yang berlaku dalam masyarakat. Dalam hal ini negara harus bersikap yang tegas dalam menegakkan hukum yang belaku agar dapat meminimalisir tindakan yang anarkis.
Terima kasih.
Pending
 
Gambar dari MUHAMMAD IRHAM RAMADHAN 021347032
Re: Diskusi 1
by MUHAMMAD IRHAM RAMADHAN
 
menurut saya civil society atau masyarakat madani itu sangat bermanfaat bagi perkembangan demokrasi karena kita juga tinggal di negara demokrasi yang penuh toleransi, transparan, emansipasi ,bermoral, dan ber hak asasi jadi sangat bermanfaat untuk menjauhkan diri dari konfik atau perpecahan antar individu/kelompok. menurut saya kekeran yang di lakukan oleh sekelompok minoritas itu bukan cerminan dari civil society karena dalam masyarakat madani tidak ada sikap kekerasan maka sikap yg harus di ambil oleh pemerintah yaitu sesegera mungkin cepat melerai selesaikan secara aturan hukum yang berlaku di negaranya. Pending
 
Gambar dari ANNISA PUTERI KHAIRIDHA 022123311
Re: Diskusi 1
by ANNISA PUTERI KHAIRIDHA
 
Keberadaan civil society di indonesia membawa manfaat bagi perkembangan demokrasi, karena civil society adalah salah satu syarat demokrasi untuk tumbuh menguat dalam masyarakat. Tanpa civil society, kemungkinan besar di Indonesia akan selalu terjadi perang atau kerusuhan yang tidak diinginkan. Kekerasan yang dilakukan oleh suatu terhadap kelompok - kelompok minoritas tidak mencerminkan penguatan civil society. Akan lebih baik jika setiap pemerintah ingin mengambil keputusan hendaknya terlebih dahulu diskusikan dengan masyarakat. Apakah itu baik dan mendapatkan keuntungan kepada kedua belah pihak, atau hanya akan memberikan kerugian kepada masyarakat. Pending
 
Gambar dari NOVIANTI 022230978
Re: Diskusi 1
by NOVIANTI
 
  1. Menurut Pendapat saya civil society membawa manfaat bagi perkembangan demokrasi, hal ini dibuktikan oleh semakin luasnya lingkup mereka yang terlibat dalam perbincangan civil society, tidak terbatas lagi pada lingkup kalangan intelektual dan lembaga swadaya masyarakat, melainkan juga melibatkan mereka yang dekat dengan kelompok politisi, birokrat dan militer. Berkembangnya civil society terkait erat dengan ide besar tentang mewujudkan masyarakat indonesia yang baru. Di Indonesia civil society memiliki peran lain yang tak kurang krusialnya yaitu memelihara kohesi sosial.
  2. Menurut saya kekuasaan minoritas tidak mencerminkan penguat civil society, karena civil society memiliki ciri penting yaitu memiliki publik yang bebas, toleransi, pluralisme, keadilan, partisipasi sosial, dan supremasi hukum.
  3. Negara perlu bertindak adil sehingga tercipta masyarakat yang makmur serta Negara memerluakan landasan yang kuat demi mencapai kunci sukses civil society yang kuat dan civil society perlu disemai dengan memperdayakan masyarakat yang menyediakan ruang publik sehingga masyarakat dapat melakukan aktivitas politik sosial, budaya dan aktivitas ekonomi tanpa tekanan, terutama dari hegemoni negara atau kelompok mayoritas dan kelompok minoritas.

 
grid rani ferina
Re: Diskusi 1
by GRID RANI FERINA
 
menurut saya,Kata civil society sebenarnya berasal dari konsep Yunani yakni koinia politika yang menjelaskan sebuah komunitas politik dimana warga citizen terlibat langsung dengan pemerintahan polis. Orang yang pertama kali mencetuskan istilah civil society ialah Cicero (106-43 SM), sebagai orator Yunani Kuno. Civil society menurut Cicero ialah suatu komunitas politik yang beradab seperti yang dicontohkan oleh masyarakat kota yang memiliki kode hukum sendiri. Dengan konsep civility (kewargaan) dan urbanity (budaya kota), maka kota dipahami bukan hanya sekedar konsentrasi penduduk, melainkan juga sebagai pusat peradaban dan kebudayaan (Hikam, 1999). Terlepas dari akar kata di atas, Adam Ferguson memahami civil society sebagai sebuah visi etis dalam sebuah solidaritas sosial. Demikian juga Hegel mendefenisikan civil society sebagai sebuah lembaga sosial yang berada di antara keluarga dan negara, yang dipergunakan oleh warga sebagai ruang untuk mencapai pemuasaan kepentingan individu dan kelompok. Alexis de Tocqueville menyatakan civil society dapat dimengerti sebagai wilayah kehidupan sosial yang terorganisasi dalam ciri-ciri kesukarelaan, keswasembadaan, keswadayaan, dan kemandirian berhadapan dengan negara. Tocqueville juga menekankan di sini adanya dimensi kultural yang membuat civil society dapat berperan sebagai kekuatan penyeimbang, yakni semacam keterikatan dan kepatuhan terhadap norma-norma dan tradisi yang ditanamkan dalam masyarakat tertentu (Hikam, 1999)Pending
 
Gambar dari MARIA BERGITA TALLA 023810538
Re: Diskusi 1
by MARIA BERGITA TALLA
 
civil society adalah masyarakat sipil. masyarakat sipil ini sangat diperlukan dalam perkembangan demokrasi karena jika masyarakat tidak sipil maka demokrasipun akan hancur. kekerasan yang terjadi tidak bisah disebut sebagai masyarakat sipil. negara harus turun llapangan dan melihat semua yang terjadi.
 
Gambar dari TIA PUJIARTI 021177761
Re: Diskusi 1
by TIA PUJIARTI
 
Iya,menurut saya civil society sangat berpengaruh terhadap demokrasi karena, dengan adanya civil society, masyarakat dapat lebih aktif dalam bidang politis dan mereka juga dapat lebih leluasa untuk menyampaikan suaranya tanpa terkontaminasi oleh partai partai politik.... Mungkin salah satu strategi penguatan civil society itu adalah melalui kelompok kelompok tetapi disini civil society tidak mengajarkan tentang kekerasan, bahkan disana diajarkan bahwa masyarakat harus patuh hukum agar tidak mengganggu masyarakat lain. Jadi kekerasan itu tidak ada hubungannya terhadap penguatan civil society. Itu semua tergantung kepada sikap , pemikiran dan tindakan individunya sendiri..... Negara harus melindungi kelompok minoritas yang terjajah dan segera menindak lanjuti masalah penyimpangan kekerasan itu, jika perlu beri hukuman yg layak agar memberikan efek jera kepada si pelaku dan juga beri pengarahan, karna bisa saja mereka salah mengerti maksut yg sebenarnya..... 
 
Gambar dari ANALISAH 023015794
Re: Diskusi 1
by ANALISAH
 
-Ya karena Penguatan Civil Society menjadi penting dalam demokrasi. Demokrasi diyakini sebagai landasan menuju masyarakat sejahtera, beradab, santun dan memiliki sikap serta sifat terbuka (toleran). Memang, keyakinan ini tidaklah salah, bila proses demokrasi dijalankan secara cerdas dan baik. Di Indonesia, hal ini menjadi masalah karena praktek demokrasi sering kali dikebiri untuk kepentingan oligarki kelompok atau penguasa. -Kemapanan politik masyarakat adalah kunci sukses demokrasi, dan hal ini dapat dicapai bila civil society kuat. Sebab, civil society membuka peluang yang sama bagi warganegara untuk aktif secara politis. Civil society disemai denganmemberdayakan masyarakat, yaitu dengan menyediakan ruang public sehingga masyarakat dapat leluasa melakukan aktivitas politik, sosial, budaya dan aktivitas ekonomi tanpa tekanan, terutama dari hegemoni negara atau kelompok mayoritas. Civil society berproses dalam sejarah peradaban manusia, dan terus menerus berevolusi menyesuaikan diri dengan perubahan sosialpolitik. Karakter dasar civil society adalah terwujudnya individu/masyarakat mandiri secara politik. -Negara harus netral dan melindungi kaum minoritas sesuai dengan peraturan yang berlakuPending
 
Gambar dari FIRDAUS MIFTAKHUL NOVANDA SYAH 022355365
Re: Diskusi 1
by FIRDAUS MIFTAKHUL NOVANDA SYAH
 
Civil Society atau masyarakat madani memiliki manfaat bagi perkembangan demokrasi, dengan adanya masyarakat madani maka sistem demokrasiyang diterapkan di Indonesia akan bergerak kearah yang positif, ini dikarenakan dari pengertian dari masyarakat madani itu sendiri, yaitu masyarakat yang beradab dalam membangun, menjalani, dan memaknai kehidupannya. Dari hal ini kita dapat melihat bahwa masyarakat ikut membangun negara, menjalani kehidupan sesuai dengan norma dan nilai yang berlaku serta mereka dapat memaknai kehidupan dengan berkembang secara mandiri. Hal ini tentunya akan berkesinabungan dengan pengertian sistem demokrasi itu sendiri yaitu suatu tatanan sosial politik yang bersumber dan dilalukan oleh, dari, dan untuk warga negara. Oleh sebab itu, dengan adanya masyarakat madani maka akan memberi dampak positif bagi demokrasi. Sesungguhnya salah satu unsur yang dimiliki masyarakat madani adalah rasa toleransi antar masyarakat, menanggapi aksi kekerasan dari masyarakat minoritas, sesungguhnya bukanlah penguatan masyarakat madani namun sebaliknya, masyarakat madani akan melemah , karena masyarakat madani sangat mengenal norma dan nilai yang berlaku dalam masyarakat. Dalam hal ini negara harus bersikap yang tegas dalam menegakkan hukum yang belaku agar dapat meminimalisir tindakan yang anarkis. Terima kasih
 
Gambar dari ADITYA NICO PATRA SILALAHI 020346299
Re: Diskusi 1
by ADITYA NICO PATRA SILALAHI
 
1. Menurut saya ada nya CS (Civil Society) di negara kita Indonesia saat ini cukup bermanfaat, karena dibeberapa sektor demokrasi kita cukup berjalan ke arah yang lebih positif. Contoh demokrasi yang ada dan jelas saat ini adalah adanya pemilihan umum (pemilu) dalam hal ini kita sudah tahu bahwa rakyat terlibat langsung dalam suasana politik tersebut. Hal ini tentu sangat bermafaat karena rakyat berhak menentukan pilihan nya. Seperti yang kita tahu CS (Civil Society) itu yang biasa diterjemahkan sebagai masyarakat sipil, masyarakat kewargaan atau masyarakat madani.
2. Kekerasan yang dilakukan oleh kelompok minoritas menurut saya bukanlah suatu hal yang menguatkan Civil Society itu sendiri, karena dalam konteks ini kekuatan itu sendiri berada pada keseimbangan bermasyarakat begitupun sebaliknya.
3. Menjaga keseimbangan negara dalam hal ini seluruh masyarakat dengan segala perbedaan dan budaya yang ada serta tidak menjadikan satu hal yang disebut dengan mayoritas sebagai satu kekuatan politik untuk berkuasa.

 
Gambar dari MUHAMMAD AGUS BASUKI 016892783
Re: Diskusi 1
by MUHAMMAD AGUS BASUKI
 
MENURUT SAYA 
Untuk membentuk masyarakat yang kritis sebagai mana yang dikemukakan diatas adalah mustahil dapat tercapai manakala tanpa melalui proses pencerahan yang mentransformasi budaya masyarakat menjadi modernis, yang berciri rasional, universal, menekankan achievement, dan imparsial. Di dalam masyarakat demikian, nilai-nilai yang berkembang niscaya mencakup kebebasan , kesataraan, individualistik, indenpendensi dan tolenras

 
Gambar dari ALI IMRON ISA MUJIONO 021175363
Re: Diskusi 1
by ALI IMRON ISA MUJIONO
 
1. Demokratisasi tidak dapat dipisahkan dari pembentukan civil society, karena demokrasi adalah mekanisme dari civil society. Eksistensi civil society dalam wacana demokrasi di Indonesia ketika rezim Orde Baru berkuasa dapat dikatakan sangat terbelenggu. Setelah rezim Orde Baru runtuh otomatis telah memutuskan belenggu yang selama ini mengungkungi demokrasai serta menghalangi aspirasi dan partisipasi politik masyarakat selama lebih dari tiga dekade. 2. Civil society secara luas telah disahkan sebagai suatu bidang yang vital untuk proses demokratisasi, supremasi hukum, dan menghormati hak asasi manusia itu demikian diantisipasi bahwa masyarakat etnis terpecah akan mencapai perdamaian yang berkelanjutan. 3. sistem demokrasi menjadi salah satu elemen terpenting untuk menyebut sebuah negara dalam kategori modern. Walaupun pada kenyataannya, konsep Demokrasi ini merupakan istilah yang ambigious (ambigu). Karena ke-amnbigu-annyalah dapat dipastikan bahwa demokrasi memiliki makna yang beragam dan tidak ada definisi yang tunggal. 
 
Gambar dari ANA YUNIARTIK 020643361
Re: Diskusi 1
by ANA YUNIARTIK
 
Civil society sangat berperan besar di masa reformasi dalam penggulingan orde baru. Walaupun, tidak bisa dipungkiri bahwa karakter kemandirian dari masyarakat belum terbangun dengan baik. Sehingga sampai sekarang manfaat nya belum merata bagi bangsa.
Adapun civil society yang menggunakan kekerasan atas nama demokrasi terhadap minoritas sangatlah salah kaprah. Contoh yang paling umum adalah FPI. Mereka menyatakan bahwa mereka mewakili aspirasi rakyat yang bergama Islam. Sehingga mereka dengan leluasa melakukan aksi sweeping bahkan dengan cara kekerasan yang brutal. Namun, entah mengapa kelompok ini sangat susah dibubarkan. Tidak jarang kelompok-kelompok masyarakat tertentu yang konon berasal dari masyarakat mayoritas bertindak demi kepentingan politik suatu partai.
Negara seharusnya selain memberikan wadah juga lebih mendidik dan menanamkan prinsip dasar civil society yang dapat mewujudkan bangsa yang mandiri dalam berdemokrasi.

 
Gambar dari DINDA AISYAH 021185515
Re: Diskusi 1
by DINDA AISYAH
 
Adanya civil society di Indonesia membawakan manfaat pada sistem demokrasi negeri ini. Karena sejatinya antara sistem civil society dan demokrasi saling berkesinambungan. Dimana sistem demokrasi di negeri ini yang memiliki prinsip dari rakyat, untuk rakyat dan oleh rakyat akan terlaksana dengan baik apabila masyarakat memiliki kesadaran untuk melibatkan diri secara kolektif/bersama sebagai warganegara dalam pengambilan keputusan politik untuk kemajuan Indonesia.
Sedangkan kekerasan yang dilakukan oleh suatu kelompok terhadap kelompok minoritas merupakan suatu bentuk penyimpangan dari civil society. Kekerasan yang dimaksud bukan hanya kekerasan fisik namun bisa juga kekerasan terhadap mental rakyat. Terkadang suatu kelompok mengatas namakan demokrasi untuk kepentingannya, bukan untuk kepentingan umum. Sebagai contoh, sering kita jumpai kandidat pemimpin daerah yang membayar warga setempat agar memberikan hak suara kepadanya saat pemilu. Biasanya sasaran mereka adalah masyarakat dengan pendidikan rendah, masyarakat yang miskin dan yang kurang pemahaman tentang politik. Hal itu merupakan bentuk perusakan mental masyarakat yang akan melumpuhkan pemikiran tentang konsep civil society.
Menurut saya hal yang paling mendasar untuk mengatasi hal tersebut adalah dengan diberikannya pendidikan tentang civil society sedini mungkin. Baik dalam pendidikan formal maupun non formal. Kemudian, perlu dibentuknya suatu organisasi mandiri sebagai wadah masyarakat atau ruang publik untuk mengekspresikan dan menyalurkan ide-ide masyarakat baik itu dalam urusan politik, agama, ekonomi, dsb yang bertujuan untuk kepentingan bersama dan kemajuan negara.

 
Gambar dari DINDA AISYAH 021185515
Re: Diskusi 1
by DINDA AISYAH
 
Adanya civil society di Indonesia membawakan manfaat pada sistem demokrasi negeri ini. Karena sejatinya antara sistem civil society dan demokrasi saling berkesinambungan. Dimana sistem demokrasi di negeri ini yang memiliki prinsip dari rakyat, untuk rakyat dan oleh rakyat akan terlaksana dengan baik apabila masyarakat memiliki kesadaran untuk melibatkan diri secara kolektif/bersama sebagai warganegara dalam pengambilan keputusan politik untuk kemajuan Indonesia.
Sedangkan kekerasan yang dilakukan oleh suatu kelompok terhadap kelompok minoritas merupakan suatu bentuk penyimpangan dari civil society. Kekerasan yang dimaksud bukan hanya kekerasan fisik namun bisa juga kekerasan terhadap mental rakyat. Terkadang suatu kelompok mengatas namakan demokrasi untuk kepentingannya, bukan untuk kepentingan umum. Sebagai contoh, sering kita jumpai kandidat pemimpin daerah yang membayar warga setempat agar memberikan hak suara kepadanya saat pemilu. Biasanya sasaran mereka adalah masyarakat dengan pendidikan rendah, masyarakat yang miskin dan yang kurang pemahaman tentang politik. Hal itu merupakan bentuk perusakan mental masyarakat yang akan melumpuhkan pemikiran tentang konsep civil society.
Menurut saya hal yang paling mendasar untuk mengatasi hal tersebut adalah dengan diberikannya pendidikan tentang civil society sedini mungkin. Baik dalam pendidikan formal maupun non formal. Kemudian, perlu dibentuknya suatu organisasi mandiri sebagai wadah masyarakat atau ruang publik untuk mengekspresikan dan menyalurkan ide-ide masyarakat baik itu dalam urusan politik, agama, ekonomi, dsb yang bertujuan untuk kepentingan bersama dan kemajuan negara.

 
Gambar dari DINDA AISYAH 021185515
Re: Diskusi 1
by DINDA AISYAH
 
Adanya civil society di Indonesia membawakan manfaat pada sistem demokrasi negeri ini. Karena sejatinya antara sistem civil society dan demokrasi saling berkesinambungan. Dimana sistem demokrasi di negeri ini yang memiliki prinsip dari rakyat, untuk rakyat dan oleh rakyat akan terlaksana dengan baik apabila masyarakat memiliki kesadaran untuk melibatkan diri secara kolektif/bersama sebagai warganegara dalam pengambilan keputusan politik untuk kemajuan Indonesia.
Sedangkan kekerasan yang dilakukan oleh suatu kelompok terhadap kelompok minoritas merupakan suatu bentuk penyimpangan dari civil society. Kekerasan yang dimaksud bukan hanya kekerasan fisik namun bisa juga kekerasan terhadap mental rakyat. Terkadang suatu kelompok mengatas namakan demokrasi untuk kepentingannya, bukan untuk kepentingan umum. Sebagai contoh, sering kita jumpai kandidat pemimpin daerah yang membayar warga setempat agar memberikan hak suara kepadanya saat pemilu. Biasanya sasaran mereka adalah masyarakat dengan pendidikan rendah, masyarakat yang miskin dan yang kurang pemahaman tentang politik. Hal itu merupakan bentuk perusakan mental masyarakat yang akan melumpuhkan pemikiran tentang konsep civil society.
Menurut saya hal yang paling mendasar untuk mengatasi hal tersebut adalah dengan diberikannya pendidikan tentang civil society sedini mungkin. Baik dalam pendidikan formal maupun non formal. Kemudian, perlu dibentuknya suatu organisasi mandiri sebagai wadah masyarakat atau ruang publik untuk mengekspresikan dan menyalurkan ide-ide masyarakat baik itu dalam urusan politik, agama, ekonomi, dsb yang bertujuan untuk kepentingan bersama dan kemajuan negara.

 
Gambar dari DINDA AISYAH 021185515
Re: Diskusi 1
by DINDA AISYAH
 
Adanya civil society di Indonesia membawakan manfaat pada sistem demokrasi negeri ini. Karena sejatinya antara sistem civil society dan demokrasi saling berkesinambungan. Dimana sistem demokrasi di negeri ini yang memiliki prinsip dari rakyat, untuk rakyat dan oleh rakyat akan terlaksana dengan baik apabila masyarakat memiliki kesadaran untuk melibatkan diri secara kolektif/bersama sebagai warganegara dalam pengambilan keputusan politik untuk kemajuan Indonesia.
Sedangkan kekerasan yang dilakukan oleh suatu kelompok terhadap kelompok minoritas merupakan suatu bentuk penyimpangan dari civil society. Kekerasan yang dimaksud bukan hanya kekerasan fisik namun bisa juga kekerasan terhadap mental rakyat. Terkadang suatu kelompok mengatas namakan demokrasi untuk kepentingannya, bukan untuk kepentingan umum. Sebagai contoh, sering kita jumpai kandidat pemimpin daerah yang membayar warga setempat agar memberikan hak suara kepadanya saat pemilu. Biasanya sasaran mereka adalah masyarakat dengan pendidikan rendah, masyarakat yang miskin dan yang kurang pemahaman tentang politik. Hal itu merupakan bentuk perusakan mental masyarakat yang akan melumpuhkan pemikiran tentang konsep civil society.
Menurut saya hal yang paling mendasar untuk mengatasi hal tersebut adalah dengan diberikannya pendidikan tentang civil society sedini mungkin. Baik dalam pendidikan formal maupun non formal. Kemudian, perlu dibentuknya suatu organisasi mandiri sebagai wadah masyarakat atau ruang publik untuk mengekspresikan dan menyalurkan ide-ide masyarakat baik itu dalam urusan politik, agama, ekonomi, dsb yang bertujuan untuk kepentingan bersama dan kemajuan negara.

 
Gambar dari DINDA AISYAH 021185515
Re: Diskusi 1
by DINDA AISYAH
 
Adanya civil society di Indonesia membawakan manfaat pada sistem demokrasi negeri ini. Karena sejatinya antara sistem civil society dan demokrasi saling berkesinambungan. Dimana sistem demokrasi di negeri ini yang memiliki prinsip dari rakyat, untuk rakyat dan oleh rakyat akan terlaksana dengan baik apabila masyarakat memiliki kesadaran untuk melibatkan diri secara kolektif/bersama sebagai warganegara dalam pengambilan keputusan politik untuk kemajuan Indonesia.
Sedangkan kekerasan yang dilakukan oleh suatu kelompok terhadap kelompok minoritas merupakan suatu bentuk penyimpangan dari civil society. Kekerasan yang dimaksud bukan hanya kekerasan fisik namun bisa juga kekerasa terhadap mental rakyat. Terkadang suatu kelompok mengatas namakan demokrasi untuk kepentingannya, bukan untuk kepentingan umum. Sebagai contoh, sering kita jumpai kandidat pemimpin daerah yang membayar warga setempat agar memberikan hak suara kepadanya saat pemilu. Biasanya sasaran mereka adalah masyarakat dengan pendidikan rendah, masyarakat miskin dan yanhg kurang pemahaman tentang politik. Hal itu merupakan bentuk perusakan mental masyarakat yang akan melumpuhkan pemikiran tentang konsep civil society.
Menurut saya hal yang paling mendasar untuk mengatasi hal tersebut adalah dengan diberikannya pendidikan tentang civil society sedini mungkin. Baik dalam pendidikan formal maupun non formal. Kemudian, perlu dibentuknya suatu organisasi mandiri sebagai wadah masyarakat atau ruang publik untuk mengekspresikan dan menyalurkan ide-ide masyarakat baik itu dalam urusan politik, agama, ekonomi, dsb yang bertujuan untuk kepentingan bersama dan kemajuan negara.

 
Gambar dari DENISA ZAHARA
Re: Diskusi 1
by DENISA ZAHARA
 
menurut saya ia karena masyarakat dapat mengemukakan pendapat, masyarakat dapat berlaku santun dalam pola hubungan interaksi dengan masyarakat sekitarnya dengan tidak memperhatikan suku, ras, agama, rasa saling menghormati dan saling mentolenrasi dapat tumbuh lebih besarb di masyarakat. kekerasan oleh suatu kelompok minoritas bukan penguatan civil society hal tersebut karena adanya penyimpangan-penyimpangan sifat dari kehidupan bermasyarakat. dalam hal ini pemerintah dapat memberikan wilayah publik yang bebas, demokrasi, toleransi, kemajemukan, dan keadilan sosial dengan integrasi nasional dan politik, reformasi sistem politik demokrasi, membangun masyarakat madani sebagai basis yang kuat ke arah demokratisasi.
 
Gambar dari ARIF KURNIAWAN 022222766
Re: Diskusi 1
by ARIF KURNIAWAN
 
Menurut pendapat Anda apakah keberadaan civil society di Indonesia membawa manfaat bagi perkembangan demokrasi?
-Menurut saya civil society mengubah paham demokrasi yang semula hanya diposisikan sebagai obyek kekuasaan yang sewenang-wenang lantas
bangkit dan menuntut adanya hak dan kewajiban yang seimbang.
tidak hanya itu elemen-elemen organisasi secara lengkap , membuat kehidupan demokrasi
Tidak berjalan pincang .


Apakah kekerasan yang dilakukan oleh suatu terhadap kelompok2 minoritas mencerminkan penguatan civil society?

-kekerasan yang dilakukan oleh suatu kelompok terhadap kelompok minoritas merupakan suatu bentuk kekeliruan dalam memahami dari civil society. Ini bukan menguatkan demokrasi tp menodai demokrasi
Bagaimana negara harus bertindak?
-harusnya negara tau dan menerapkan , sistem pemerintahan berasal dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat.

 
Gambar dari SHOLIHAH 021532832
Re: Diskusi 1
by SHOLIHAH
 
Menurut saya keberadaan Civil Society di Indonesia membawa manfaat bagi perkembangan demokrasi karena demokrasi tidak dapat dipisahkan dari pembentkan Civil Sciety karena demokrasi adalah mekanisme dari Civil Society. Keberadaan Civil Society memiliki peran penting dalam dalam proses demokrasi. Civil Society memiliki tigs fungsi utama yang menunjang terciptanya demokrasi yang matang, yakni : 1. Advokasi : Civil Society ikut mempengaruhi apa yang seharusnya menjadi kebijakan publik. 2. Empowerment : Dalam proses demokrasi Civil Society secara aktuf bergerak memperdayakan masyarakat. 3. Sosial Control : Civil Society bersama-sama media menjadi pengawas dan pengontrol jalannya proses demokrasi agar tidak menyimpang dari jalurnya. Kekerasan suatu yang dilakukan oleh suatu terhadap kelompok-kelompok minoritas sama sekali tidak mencerminkan penguatan Civil Society, justru suatu penyimpangan. Yang harus dilakukan Negara adalah meningkatkan pendidikan moral masyarakat dan bersikap tegas dalam penegakan hukum yang berlaku.
 
Gambar dari ABSHARA NABILLA HAZAIRIN 021448663
Re: Diskusi 1
by ABSHARA NABILLA HAZAIRIN
 
Keberadaan Civil Society di Indonesia memang membawa manfaat bagi perkembangan demokrasi, karena masyarakatlah yang menggunakan pikirannya untuk bertindak dalam demokrasi dengan mempengaruhi masyarakat lainnya.

Kekerasan terhadap minoritas tidaklah menguatkan Civil Society, melainkan dapat merugikan diri sendiri dan orang lain, karena setiap masyarakat menghadapi perbedaan dalam sehari-hari, beberapanya meliputi status pekerjaan, suku, ras, ataupun agama.


 
Gambar dari JEANE SHEIMA LESTARI 021173653
Civil Society
by JEANE SHEIMA LESTARI
 
Menurut saya Civil Society itu kedaulatan atau kekuatan ditangan rakyat. Rakyat secara demokrasi dapat memilih langsung calon pemimpin suatu daerah bahkan kepala negaranya dengan suara yang disumbangkannya melalui Pemilu.
Tindakan kekerasan kaum mayoritas terhadap kaum minoritas, bukan merupakan Civil Society dikarenakan sangat bertentangan dengan dasar negara kita Pancasila, Bhineka Tunggal Ika dan UUD 1945. 

Dengan membuat peraturan perundangan-undangan yang mengatur segala bentuk ormas dan menegakan hukum diatas segala-galanya. Dalam hal ini Indonesia merupakan negara hukum.

 
Gambar dari RIFKI ABDURROCHMAN 022427877
Re: Diskusi 1
by RIFKI ABDURROCHMAN
 
Menurut pendapat saya: Demokratisasi tidak dapat dipisahkan dari pembentukan civil society, karena demokrasi adalah mekanisme dari civil society. Civil society dalam perkembangannya di Indonesia memberikan dampak yang baik dalam proses demokratisasi, meskipun dalam beberapa hal ada kekurangan. Maka tidak sepenuhnya civil society sudah sangat mendukung demokratisasi, ada sebuah masalah bersama yang harus diselesaikan. Setidaknya ada beberapa rekomendasi, diantaranya seperti: • Harus ada sebuah kesadaran dalam pemerintah akan adanya pemberdayaan civil society, tidak hanya berkaitan dengan kesedian pemerintah untuk menghormati kelompok-kelompok mayoritas dalam masyarakat tetapi juga kelompok minoritas. Seperti untuk kelompok minoritas masih kurang ada pengakuan dan penghormatan dari pemerintah kepada mereka. • Untuk membuat kesadaran diperlukan sebuah pendidikan yang baik guna menanamkan kesadaran tersebut. Dimana dalam program pendidikan tersebut perlu adanya kurikulum yang dapat menjelaskan pentingnya partisipasi masyarakat dalam proses politik serta adanya penghormatan yang sebesar-besarnya terhadap perbedaan dengan meningkatkan kualitas pendidikan di mata ajaran mengenai kewarganegaraan. • Untuk mencapai pembentukan masyarakat sipil yang kuat perlu adanya sebuah reformasi total. Dalam hal ini reformasi total adalah upaya guna menciptakan iklim yang lebih demokratis. 
 
Gambar dari MUHAMMAD SHOLAHUDDIN 021626343
Re: Diskusi 1
by MUHAMMAD SHOLAHUDDIN
 
Civil society merupakan salah satu indikator cerminan tingkat kemampuan dan kemajuan masyarakat yang tinggi untuk bersikap kritis dan partisipatif dalam menghadapi berbagai persoalan sosial. Dan merujuk pada ciri demokrasi adalah adanya partisipasi efektif rakyat dalam pembuatan keputusan publik yang menyangkut nasib dan kepentingan rakyat dan adanya kontrol sosial untuk mengawasi pemerintah sehingga masyarakat yang beradab adalah salah satu syarat penting dalam mewujudkan demokrasi di Indonesia. Selain itu juga masyarakat yang mampu mempengaruhi kebijakan umum serta masyarakat yang didasari oleh demokrasi sehingga dapat membentuk masyarakat yang mandiri.Pending
 
Gambar dari SYAHRUL M. NASIR 023213057
Re: Diskusi 1
by SYAHRUL M. NASIR
 
Civill society sangant bermanfaat bagi perkembangan demokrasi di Indonesia karena demokrasi adalah mekanisme Civill society. eksistensi civill society dalam wacana demokrasi di indonesia ketika rezam orde baru berkuasa dapat di katakan sangan terbelenggu. Setelah rezim orde baru runtuh otomatis telah memutuskan belenggu yang selama ini mengukungi demokrasi serta menghalangi aspirasi dan partisipasi politik masyarakat selama lebih dari tiga dekade.

 
Gambar dari CATUR KISWANA PUTRA 021812568
Re: Diskusi 1
by CATUR KISWANA PUTRA
 
1. Civil society di alam demokrasi kita, telah lama dikenal serta mengalami pasang surut dalam membangun relasi warga dengan kekuatan negara. Ada masa sebagai kelompok masyarakat yang independen, otonom dan menjaga jarak dengan kekuatan negara, namun ada masa menjadi bagian atau subordinasi kekuatan negara, bahkan juga terkooptasi. Dengan demikian perkembangan civil society itu sangat tergantung juga pada perkembangan situasi dan sistem politik yang berlaku, utamanya juga  peran menonjol yang harus di mulai dari pimpinan nasionalnya.
2. Negara harus bertindak adanya kekerasan di indonesia ya menurut saya negara harus membangun masyarakatnya menjadi masyarakat madani, diantaranya :
a.Kebhinekaan masyarakat, dimana kelompok-kelompok masyarakat ada yang saling hidup berdampingan, tolong menolong, saling menghargai, dan dapat hidup dengandamai.

b.Terselenggaranya kehidupan yang demokratis baik dalam kehidupan bermasyarakat dan berbangsa, dimana hak-hak warga negara diakui dan dilindungi, baik oleh aparat maupun oleh masyarakat sendiri.


c.Bahwa untuk memelihara tata dalam masyarakat maka hukum sebagai pranata pengatur kehidupan masyarakat guna menyelenggarakan kepastian hukum dan keadilan perlu dijunjung tinggi baik oleh anggota masyarakat maupun oleh pemerintah.


d.Untuk mewujudkan suasana tenteram dalam kehidupan bermasyarakat, maka hak-hak warga negara perlu diakui dan dilindungi baik oleh pemerintah maupun warga masyarakat.


e.Untuk mewujudkan masyarakat yang beretika dan bermoral tinggi, maka perlu adanya norma-norma dan nilai-nilai sosial yang dijunjung tinggi baik oleh warga negara maupun aparat pemerintah sehingga tindakan-tindakan tercela tidak dilakukan. Namun apabila terjadi juga, maka hukum diberlakukan kepada pelakunya, siapapun dia. Untuk mengetahui apakah suatu masyarakat merupakan mayarakat madaniatau tidak, maka harus memenuhi karakteristik masyarakat madani itu sendiri.

0 komentar:

Post a Comment